You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Cilibur
Logo Desa Cilibur
Cilibur

Kec. Paguyangan, Kab. Brebes, Provinsi Jawa Tengah

Sejarah Cilibur

Redaksi 01 Januari 2023 Dibaca 424 Kali

Asal Usul Nama dan Sejarah Desa

Sejarah Desa Cilibur diyakini bermula dari kisah perjalanan spiritual seorang tokoh bijak bernama Begawan Tarusbawa, yang berasal dari tanah Pasundan dan hidup pada masa awal abad ke-8 Masehi, tepatnya sekitar tahun 709–716 M. Ia dikenal sebagai seorang pertapa dan penyebar ajaran kebajikan, yang melakukan perjalanan ke arah timur menuju wilayah Kerajaan Galuh Rahyang.

Dalam perjalanannya, Tarusbawa menjalin persahabatan erat dengan Raden Bratasenawa, putra dari Prabu Suraghana Mandi Minyak, penguasa Galuh Rahyang kala itu. Persahabatan ini menjadi jembatan spiritual dan budaya antara tanah Sunda dan wilayah timur Jawa.

Saat melintasi hutan-hutan lebat di wilayah selatan Kerajaan Galuh, Tarusbawa menemukan sebuah hutan sunyi dengan lingga batu tua—simbol kekuatan spiritual. Tempat ini kemudian dikenal dengan nama Pangkuan, tempat bertapa dan tempat penyemayaman tokoh suci.

Namun, sebelum sampai ke Pangkuan, ia sempat beristirahat di sebuah lembah yang sejuk dan subur. Di tempat itu, ia menemukan sumber-sumber mata air alami yang mengalir dari perut bumi. Terpukau dengan keberkahan tempat itu, ia pun berucap dalam bahasa Sunda:

“Aya cai di lembur”
yang berarti “Ada air di dalam desa.”

Ungkapan ini lambat laun berubah dalam penyebutan masyarakat menjadi Cilibur, yang akhirnya menjadi nama wilayah tersebut.

Cerita perjalanan Tarusbawa lalu disampaikan kembali ke tanah Pasundan, menjadi bagian dari kisah spiritual dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Hingga kini, nama Cilibur tidak hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga simbol sejarah dan identitas spiritual masyarakat desa.

Kepemimpinan Desa dari Masa ke Masa

Pemerintahan Desa Cilibur telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan, dari sebutan Kuwu, kemudian Lurah, dan kini Kepala Desa sesuai regulasi Pemerintah Kabupaten Brebes. Berikut daftar kepala desa dari masa ke masa:

 

Periode Nama Kepala Desa
1932 – 1943 Kastidjan
1943 – 1947 Muhammad Moechtar
1947 – 1970 Atmo Sasmito
1970 – 1978 Warto
1978 – 1981 Sakri
1981 – 1988 Murdiyanto
1988 – 1992 Muhammad Muslim Mukhtar
1992 – 2000 Bambang Milokoco
2000 – 2008 Suwargi
2008 – 2014 Sukirno
2014 – 2016 Tohimin (Penjabat Sementara)
2016 – 2022 Tohimin
2022 – Sekarang Nur Rohman, S.H

 

Desa Cilibur adalah wilayah yang bukan hanya kaya secara alam, tetapi juga kaya secara sejarah dan spiritual. Keberadaan sumber air, nilai-nilai luhur, serta warisan budaya masa lalu menjadi dasar kokoh bagi masyarakat dalam membangun masa depan yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image