Desa Cilibur
Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes
Cilibur Ditunjuk Jadi Sentra Pengembangan Alpukat Brebes, Ribuan Bibit Disalurkan Pemkab
Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, ditunjuk sebagai sentra pengembangan komoditas alpukat di Kabupaten Brebes. Penegasan itu ditandai dengan penyaluran 2.324 bibit alpukat dari Pemerintah Kabupaten Brebes kepada Pemerintah Desa Cilibur.
Bantuan diserahkan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (FORKOMPINCA) Paguyangan yang diwakili Camat Paguyangan, Koko Kusnanto, A.Kp., S.Hut., dan diterima langsung Kepala Desa Cilibur, Nurrohman, S.H., di Balai Desa Cilibur.
Program ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Brebes melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mendorong transformasi ekonomi desa berbasis pertanian bernilai tinggi. Cilibur dinilai memiliki potensi lahan dan kesiapan kelembagaan petani sehingga diprioritaskan sebagai desa pengembangan tahap awal.
Kepala Desa Cilibur, Nurrohman, S.H., menegaskan komitmen pemerintah desa dalam menyukseskan program tersebut. Bibit alpukat akan didistribusikan kepada kelompok tani dan warga berlahan produktif, disertai pendampingan teknis agar hasilnya optimal.
“Ini bukan sekadar bantuan bibit, tetapi investasi jangka panjang bagi ekonomi warga. Kami pastikan seluruh bibit ditanam, dirawat, dan dipantau secara serius,” tegasnya.
Pemdes Cilibur juga akan membentuk tim khusus untuk pengawasan pertumbuhan tanaman sekaligus menyiapkan skema pemasaran hasil panen. Langkah ini diharapkan menjadikan alpukat sebagai komoditas unggulan desa yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemkab Brebes telah menyiapkan rencana perluasan program pada Tahun Anggaran 2026 melalui dukungan APBD. DLH bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala guna memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan dukungan lintas sektor, Desa Cilibur diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pertanian di Kabupaten Brebes.
Kalau ingin pilihan kata yang lebih “prestisius” lagi seperti “kawasan prioritas pengembangan” atau “pilot project kabupaten”, saya bisa siapkan alternatifnya.


