Desa Cilibur
Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes
Pembangunan Desa Tidak Bisa Seketika: Memahami Proses, Anggaran, dan Kebersamaan

Pembangunan desa adalah ikhtiar bersama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Namun, perlu dipahami bahwa pembangunan tidak bisa langsung menyelesaikan semua kebutuhan dalam satu waktu. Ada proses, aturan, dan keterbatasan yang harus dilalui bersama.
Keterbatasan Anggaran dan Skala Prioritas
Dana Desa jumlahnya terbatas dan harus dibagi untuk banyak kebutuhan: infrastruktur, pelayanan dasar, pemberdayaan masyarakat, hingga penanganan keadaan darurat. Karena itu, pemerintah desa menetapkan skala prioritas agar anggaran yang ada benar-benar memberikan manfaat paling besar dan mendesak bagi masyarakat.
Penggunaan Dana Desa Diatur Peraturan
Perlu diketahui bersama bahwa Dana Desa tidak bisa digunakan sesuka hati. Penggunaannya diatur melalui Peraturan Menteri dan ketentuan lainnya. Setiap kegiatan harus sesuai aturan, melalui musyawarah desa, dan dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun hukum. Hal ini dilakukan agar pengelolaan keuangan desa aman, transparan, dan tepat sasaran.
Dana Desa Tidak Langsung Ada di Kas Desa
Masih ada anggapan bahwa Dana Desa selalu siap tersedia di desa. Faktanya, penyaluran Dana Desa dilakukan secara bertahap dan harus memenuhi persyaratan administrasi tertentu. Ada proses perencanaan, verifikasi, pencairan, hingga pelaporan. Jadi, ketika suatu usulan belum bisa langsung direalisasikan, sering kali bukan karena tidak mau, melainkan karena menunggu tahapan penyaluran dan kesiapan anggaran.
Perbedaan Kondisi Antar Dusun
Pembangunan juga dilakukan bertahap dan bergiliran antar wilayah. Dusun yang sudah mendapatkan pembangunan sebelumnya diharapkan dapat bersyukur dan menjaga hasil yang ada, sembari memberi kesempatan wilayah lain yang belum tersentuh. Pembangunan yang berkeadilan bukan berarti semua dibangun bersamaan, tetapi semua mendapat giliran sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.
Dampak Penurunan Dana Desa Tahun 2026
Perlu juga kami sampaikan kepada masyarakat bahwa Dana Desa Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan cukup signifikan di hampir seluruh desa. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bersama, khususnya dalam sektor pembangunan infrastruktur yang membutuhkan biaya besar. Dengan keterbatasan anggaran tersebut, pemerintah desa harus semakin cermat dalam menentukan prioritas, menyesuaikan rencana, serta memastikan anggaran yang ada benar-benar digunakan untuk kebutuhan yang paling mendesak dan berdampak luas.
Situasi ini bukan berarti pembangunan berhenti, melainkan dilakukan dengan penyesuaian dan perencanaan yang lebih matang, agar desa tetap berjalan maju meski dengan keterbatasan.
Tantangan Menurunnya Partisipasi Sosial
Selain keterbatasan anggaran, tantangan lain yang juga dirasakan adalah menurunnya partisipasi sosial sebagian masyarakat. Saat terjadi persoalan ringan seperti saluran air tersumbat, longsor kecil, atau lingkungan kurang terawat, sering kali yang muncul lebih dulu adalah keluhan, sementara aksi bersama masih minim.
Padahal, semangat gotong royong merupakan kekuatan utama desa. Banyak persoalan lingkungan sebenarnya dapat diatasi lebih cepat dan ringan jika dikerjakan bersama, tanpa harus selalu menunggu program atau anggaran desa.
Kami juga menyadari bahwa tidak semua warga memiliki waktu dan kesempatan yang sama untuk terlibat. Namun, partisipasi sekecil apa pun harusnya hadir saat kerja bakti, menjaga lingkungan sekitar, atau memberi solusi sangat berarti bagi kemajuan desa.
Gotong Royong sebagai Kunci Kemajuan Desa
Pembangunan desa tidak hanya diukur dari beton dan aspal, tetapi juga dari kepedulian dan kebersamaan warganya. Kritik dan masukan tentu kami terima sebagai bagian dari demokrasi desa. Akan tetapi, akan lebih kuat dampaknya jika kritik tersebut disertai kehadiran, keterlibatan, dan solusi nyata.
Mari kita hidupkan kembali semangat gotong royong. Dengan kepedulian bersama, beban desa menjadi lebih ringan, persoalan cepat tertangani, dan hasil pembangunan dapat dirasakan lebih adil dan berkelanjutan oleh seluruh warga.


